1000 Wisatawan Masuk Yogya Saat Long Weekend

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Insiden Lapas Cebongan nyatanya tidak mengurangi minat wisatawan untuk bertandang ke Yogyakarta. Ketua Association of the Indonesian Tour and Travel (Asita) DIY, Edwin Ismedi Himna mengatakan, sedikitnya ada 1000 wisatawan dari luar kota yang bertandang ke DIY saat libur Paskah, Jumat (29/3/2013).
Meski tidak mengalami kenaikan signifikan dibandingkan puncak liburan lainnya, namun angka tersebut masih terhitung normal. Tidak ada penurunan minat wisatawan yang terlalu drastis. “Liburan kali ini, kenaikan jumlah wisatawan hanya berkisar 10 hingga 15 persen dari hari normal. Tidak terlalu tinggi, karena beberapa waktu lalu sudah sering long weekend,” ucap Edwin.
Menurutnya, insiden penyerangan Lapas Cebongan yang terjadi beberapa waktu lalu tidak mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Wisatawan dari kalangan keluarga nyatanya tetap membanjiri sejumlah tempat wisata unggulan di kota budaya ini, misalnya Malioboro. Sedangkan pengunjung dari kalangan korporasi masih sangat minim.
Sementara itu, Kepala Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Sri Winarto mengutarakan, pihaknya sudah memprediksi adanya lonjakan penumpang pada long weekend kali ini. Pasalnya, kebijakan PT KAI menyebutkan bahwa pemesanan tiket kereta sudah dapat dilayani sejak 90 hari sebelum keberangkatan. Oleh karenanya, lonjakan sudah terlihat dalam daftar pemesanan tiket di KAI.
“Tiket untuk keberangkatan Jumat hingga Minggu sudah ludes, sedangkan untuk Senin hanya menyisakan sekitar 20 persen tiket,” ucap Sri Winarto terpisah. (*)

Tragedi Cebongan Tak Surutkan Minat Wisawatan Berlibur ke Yogya

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Penyerangan Lapas Cebongan Sleman, Sabtu (23/3/2013), ternyata tidak mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke DIY pada long weekend kali ini. Hal ini dibuktikan dengan tingginya tingkat hunian hotel dan penuhnya penerbangan mulai Kamis (28/3/2013).
Meski demikian, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir mengaku sempat menerima banyak telepon dari para pelaku wisata pascainsiden tersebut. Mayoritas para pelaku wisata menanyakan kondisi keamanan di Yogyakarta atau DIY secara keseluruhan.
“Dari Bali, Jakarta dan kota lain langsung menelepon saya setelah kejadian itu. Bertanya bagaimana kondisi Yogyakarta, kok sepertinya mencekam,” tandas Tazbir.
Respon tesebut dirasa wajar karena isu dari berita penyerangan Lapas Cebongan memiliki skala nasional. Ditambah dengan jatuhnya korban, membuat sebagian orang perlu melakukan klarifikasi secara langsung.
Dipastikan Tazbir, pengaruh yang dirasakan dari insiden Lapas Cebongan hanya sebatas pertanyaan. Setelah dijelaskan mengenai perkembangan kasus termasuk kronologi kejadian dari pemberitaan media massa, kekhawatiran yang muncul seketika tereduksi.
“Kita lihat seluruh penerbangan lancar saat libur panjang ini. Begitu juga dengan hotel yang terisi penuh. Hampir tidak ada keluhan kok,” ungkapnya.
Tidak berpengaruhnya insiden bersenjata dengan kunjungan wisatawan juga terbantu dengan citra keamanan di DIY yang ternyata tidak tercoreng. Lantaran banyak orang yakin kejadian tersebut bukan untuk mengganggu kondisi keamanan DIY.
“Semua sudah ditangani dan dijelaskan melalui media massa. Sekarang dalam proses penyelidikan oleh kepolisian. Jadi pihak yakin DIY aman,” tuntas Tazbir. (hdy)

Festival Parangtritis 2013

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tak mau ketinggalan dengan tingkat kunjungan wisatawan Kabupaten tetangganya, Gunungkidul, yang terus mengalami peningkatan, Pemkab Bantul terus berbenah.

Setelah mengadakan lomba desain logo branding dan desain gapura pintu masuk, kini giliran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul menggelar Festival Parangtritis 2013.

“Festival ini untuk mengenalkan budaya yang ada di Kabupaten Bantul. Melalui objek wisata Pantai Parangtritis, diharapkan dengan kunjungan wisatawan ke Pantai ini tak hanya bisa menikmati pesona pantai namun juga bisa menikmati budaya yanng akan ditampilkan dalam festival ini,” ujar Pelaksana Tuga Disbudbar Bantul, Bambang Guritno, Kamis (7/3/2013).

Festival kali kedua ini akan diselenggarakan mulai tanggal 10-12 Maret mendatang. Beberapa agenda telah disiapkan, di antaranya, festival seni Jathilan dari 17 kecamatan di Kabupaten Bantul, festival Koes Ploes-an yang akan menghadirkan bintang tamu Yok Koeswoyo, salah seorang personel band pop legendaris tersebut.

“Akan disediakan hadiah total Rp 7,5 juta bagi penampil terbaik masing-masing festival. Acara ini akan digelar tepatnya di kompleks relokasi, Pantai Parangtritis Baru, Kretek,” jelas Bambang. (*)