SEWINDU GEMPA BUMI BANTUL, PEMKAB BANTUL GELAR DOA BERSAMA

DOA BERSAMABantul – Pemerintah Kabupaten Bantul gelar renungan dan doa bersama untuk mendoakan arwah ribuan warga Bantul yang menjadi korban gempa bumi. Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Parasamya Komplek Pemda Bantul (26/05/14) mengusung tema “Memantabkan Kebersamaan Antara Pemerintah, Masyarakat, dan Dunia Usaha Dalam Menggapai Prestasi Pembangunan di Segala Bidang yang Berwawasan Mitigasi Bencana”, kegiatan ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bantul, Kepala SKPD, Camat, Lurah, tokoh masyarakat dan relawan diwilayah kabupaten Bantul.

Bupati Bantul Hj. Sri Surya Widati menyampaikan, “Bantul merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi ancaman bencana, salah satunya adalah gempa bumi, 27 Mei 2006 Bantul mendapat cobaan, dengan adanya gempa bumi, dengan kekuatan 5,9 SR, dan hanya dalam waktu kurang dari satu menit, Bantul luluh lantak dan banyak warga Bantul yang menjadi korban.

Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kerjasama, Bantul dapat bangkit, berkarya dan berprestasi. Peran serta semua pihak, baik Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha menjadi kunci kesuksesan dalam pembangunan. Sebagai contoh, tahun 2014 ini, Bantul dapat mempertahankan Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam tata pengelolaan keuangan, prestasi ini merupakan kerja keras dan peran serta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)”, jelasnya.

Doa bersama untuk mengenang dan mendoakan arwah ribuan warga Bantul yang menjadi korban gempa bumi, juga dilakukan diberbagai wilayah di Bantul. Salah satunya kegiatan yang diselenggarakan di halaman Polres Bantul, Polres Bantul menggelar acara ”Nusantara Bersholawat” dengan mengundang Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf untuk melakukan sholawat bersama. (Sumber BPBD Bantul)

Perayaan Peh Cun tahun 2014 ini Akan Lebih Meriah

peh-cun-parangtritis

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Perayaan Peh Cun di Bantul tahun ini akan lebih meriah dari sebelumnya. Kegiatan yang nantinya akan dipusatkan di Parangtritis dan Depok ini menunjukkan bahwa warga Tionghoa sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Bambang Legowo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul mengatakan, perayaan Peh Cun tahun ini sangat beragam kegiatannya. Mulai dari festival layang-layang internasional, Jogja Lion Dance Competition, Laga 100 Pelukis, lomba fotografi, lomba perahu naga, menerbangkan 2014 lampion, hiburan rakyat, harapan doa untuk negeri dan ritual Peh Cun. “Namun ada yang berbeda tahun ini. Lomba perahu naga yang biasanya dilaksanakan di Bendung Tegal Jetis akan dilaksanakan di Pantai Depok, tepatnya di Muara Sungai Opak,” kata Bambang, Minggu (13/4/2014). Perayaan yang akan digelar dari tanggal 31 Mei hingga 2 Juni 2014 ini diharap meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul tahun 2014 melalui retribusi masuk obyek wisata. Bambang juga berharap perayaan Peh Cun di Parangtritis dapat menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat budaya Tionghoa, khususnya untuk Peh Cun. “Dengan adanya perayaan Peh Cun pasti minat warga untuk ke pantai meningkat. Tentu hal itu bisa menambah PAD,” tambah Bambang. (Tribunjogja.com)

BUPATI MELAUNCHING PERINGATAN HARI JADI BANTUL KE-183

Upacara Hari Jadi Bantul ke 182

Upacara Hari Jadi Bantul ke 182 tahun 2013

TANPA dukungan dan partisipasi masyarakat, pembangunan dipastikan tidak akan berhasil dan terwujud dengan baik. “Masyarakat akan bersedia memberikan peran sertanya, ketika pembangunan itu secara konkrit dapat memenuhi kebutuhan yang dirasaka”, tegas Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati di lantai III gedung induk Pemkab Selasa ( 6/5 ), saat menyampaikan sambutannya ketika melaunching kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-183 , tahun 2014. Launching yang menandai dimulainya berbagai kegiatan peringatan hari jadi Bantul ke-183 ini, selain diikuti unsure SKPD ( Satuan Kerja Perangkat Daerah ), juga disaksikan jajaran Forkompimda ( Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ), Sekda Bantul serta dari unsure dinas/instansi terkait, dan camat.

Kebutuhan masyarakat, menurut bupati, sangat beraneka ragam, demikian pula persepsi masyarakat, juga berbeda. Oleh karena itulah, maka tidaklah berlebihan apabila pembangunan yang partisipatif diharapkan dapat menjadi solusi dalam melaksanakan pembangunan yang dapat memberikan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Bupati juga mengatakan bahwa banyak agenda daerah yang berhasil diwujudkan. Namun dibalik itu, tentu masih ada hal-hal yang harus tetap kita perjuangkan dalam mengemban amanah rakyat. “Saya berharap agar PR ( Red : Pekerjaan Rumah ) tersebut tidak hanya menjadi catatan semata, namun yang penting bagaimana agar peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantulo ke-183 ini jani momentum untuk lebih memantapkan konsep pembangunan kedepan, meletakkan sendi-sendi yang kokoh dan kuat, serta mengeratkan simpul-simpul persatuan, kebersamaan dan kerukunan serta harmonisasi diantara seluruh elemen masyarakat”, tegas Bupati Bantul menambahkan.

Sementara itu Wakil Bupati Drs H Soemarno PRS selaku ketua umum panitia peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-183 tahun 2014, kesempatan tersebut menandaskan bahwa berbagai kegiatan akan mewarnai peringatan ulang tahun Kabupaten Bantul tahun 2014 ini. Selain kegiatan kunjungan silaturahmi kerumah mantan Bupati Bantul, kegiatan social beruypa donor darah, peresmian proyek-proyek dan lain sebagainya, juga dilaksanakan sarasehan tingkat desa, kecamatan hingga tingkat Kabupaten Bantul. Bahkan sarasehan tersebut selain membahas dan menyerap aspirasi dari masyarakat tentang pelaksanaan pembangunan, juga diharapkan menyangkut penyuluhan penanggulangan tindak-tindak negative yang sering dijumpai /melanda sebagian generasi muda. Wakil Bupati Bantul juga mengharapkan agar generasi muda jangan sampai terkena/terjangkiti KUMAN, sehingga akan mengganggu perkembangannya. “Generasi muda jangan sampai terjangkiti KUMAN ( Red : Kekerasan, Ugal-ugalan, Mabuk-mabukan, Arogan, dan anarkhis )”, demikian Wabup Bantul.

Sedangkan sekretaris panitia, Sunarto SH MM menjelaskan bahwa setelah launching, kegiatan akan dimulai Rabu ( 7/5 ) pagi ini hingga 17 Mei 2014 mendatang yakni sarasehan hari jadi Kabupaten Bantul tinghkat desa/kalurahan. Dan sarasehan tingkat kabupaten, akan dilaksanakan 20 Juni 2014 mendatang di pendapa Parasamya. “Puncak acara, akan dilaksanakan upacara tradisional di lapangan Trirenggo, pada 20 Juli 2014 mendatang”, demikian Sunarto SH MM.

Sumber : http://www.bantulkab.go.id