Parangtritis Miliki Plang Baru untuk Sambut Wisatawan

Camera 360

ADA pemandangan berbeda jika berkunjung ke Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Di bibir pantai yang cukup berbahaya untuk berenang itu terdapat papan nama atau plang berukuran jumbo bertuliskan ‘Pantai Parangtritis’.

“Itu sebagai ikon keberadaan pantai, selama ini pengunjung berfoto dengan background pantai tanpa ada tulisan tempat. Dengan adanya papan nama itu, bisa menjadi daya tarik wisata untuk berfoto,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupate Bantul Bambang Legowo, Kamis (25/12/2014).

Papan nama itu dibuat pada awal Desember selama dua pekan. Papan nama itu masih tergolong baru karena dibangun pada akhir tahun 2014 ini.

“Itu papan nama Pantai Parangtritis masih baru, pertengahan Desember lalu sudah komplet terpasang,” jelasnya.

Pembuatan plang itu menghabiskan dana yang cukup, yakni Rp 180 juta. “Habisnya Rp 180 juta,” imbuhnya.

Adanya papan nama tersebut juga untuk mempertegas keberadaan pantai. Sebab, banyak pantai yang tidak memiliki plang.

“Ada plang itu menjelaskan identitas, misal wisatawan berfoto di depan papan nama, artinya dia menginjakkan kaki di Parangtritis,” sebutnya.

Bambang menyebut pembuatan papan nama di bulan Desember itu bertepatan dengan libur panjang bagi pelajar dan momen pergantian tahun. Wisatawan, baik domestik dan mancanegara, diprediksi akan memadati objek wisata Pantai Parangtritis karena bertepatan dengan libur Natal 2014.

“Ini untuk menyambut pengunjung yang berwisata pada libur Natal dan Tahun Baru 2015,” pungkasnya. (okezone.com)-(yac)

Sultan dan Tim Sebelas Rilis Logo Jogja Baru

branding jogja

JogjaPortal.com - Logo baru Jogja “Jogja Istimewa” dipilih oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk menggantikan logo Jogja berwarna hijau dengan tagline “Never Ending Asia” selama 13 tahun. Pengumuman logo baru Jogja dihadiri langsung oleh Sultan bersama tim sebelas bentukan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, Kamis (5/2/2015).

Ketua Tim Sebelas, Herry Zudianto atau akrab dipanggil HZ mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan tugasnya untuk menyaring 2.000 logo dan tagline yang diusulkan oleh warga. Hari ini (5/2/2015) adalah pengumuman logo Jogja baru yang digadang-gadang menjadi semangat rennaisance atau 9 Gumregahnya Jogja yang telah dicanangkan oleh Sultan.

“Banyak desain logo yang masuk itu menunjukan daya cinta masyarakat terhadap Yogyakarta. Mereka tidak tertarik pada hadiah yang besar”. ujar HZ, Kamis (5/2/2015).

Dalam peluncuran logo baru Jogja hadir Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Hermawan Kertajaya, Ketua Tim Sebelas Herry Zudianto, Noor Arief ‘Dagadu’, Ong Hari Wahyu, Marzuki ‘JHF’, dan Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto. Warna yang dipilih pada logo Jogja yang baru berwarna merah dengan latar belakang putih menujukan kesan egaliter.

Launching logo Jogja “Jogja Istimewa” telah dinantikan oleh masyarakat Jogja untuk menggantikan logo Jogja berwarna hijau dengan tagline “Never Ending Asia”. Logo Jogja baru sempat menjadi tentangan oleh masyarakat Jogja saat logo Jogja yang dibaca “TOGUA” muncul menggantikan logo Jogja lama. Kini logo Jogja baru telah diluncurkan dan dapat digunakan untuk rebranding Jogja kedepan.

Sultan dan Tim Sebelas Rilis Logo Jogja Baru | Hidayat Faturochman | 4.5