Terobosan Pemerintah Bantul : ‘One Village One Product’

1. Mides (Mie Pedes) Pundong

Bakmi Pedes "Mides"

Bakmi Pedes “Mides”

Share sedikit salah satu kuliner khas Kecamatan Pundong Bantul,
Dingin-dingin gini enaknya makan yang anget-anget, pedes dan berkuah..
Apa ya kira-kira menu yang cocok?? #mikir 1…2…3…4……

Terpikir dibenak akan makanan khas daerah kami sendiri “Mi Des” jawabannya..
Cocok benget nih piihan makanan khas yang satu ini.

Mie Des adalah singkatan kata dari bakmi pedes, makanan khas masyarakat Pundong yang terbuat terbuat dari pati ketela. Rasanya lebih kenyal, ukurannya lebih besar dan bentuknya juga berbeda, karena mie ini dibuat dengan cara diiris bukannya digiling seperti bakmi pada umumnya.

Silakan dicoba bisa dijumpai di kawasan Pundong ada beberapa tempat yang menyajikan Mi Des ini. #kalau bingung nyari tanya-tanya orang setempat aja pasti tahu tempanya :) update: saat ini Mie Des juga dapat dijumpai hampir disetiap di wilayah kecamatan di Bantul

2. Peyek Undur-Undur – Khas Parangtritis

Peyek Undur-Undur Kas Parangtritis

Peyek Undur-Undur Kas Parangtritis

Makanan cemilan kriuk-kriuk yang satu ini namanya peyek undur-undur. Di buat dari beberapa bahan spt tepung beras, kanji, kuah santan, bawang putih, kemiri, tumbar, garam, kencur dan daun jeruk. Daun jeruk berfungsi sebagai penghilang bau amis pada undur-undur.

Makanan khas pesisir pantai ini berkhasiat menjaga kesehatan, menurunkan gula darah sekaligus serta mampu mengobati beberapa penyakit seperti diabetes militus dan stroke. Kalau bicara soal rasa, dijamin rasanya gurih, renyah dan tentu saja enak.

Anda penasaran ingin menikmati penganan yang satu ini, bergegaslah datang ke pantai Parangtritis ataupun pantai Depok. Disana akan bnyk di temukan yg menjual peyek undur-undur ini. Tidak hanya peyek undur-undur, ada juga varian peyek dari bahan lain seperti ebi(udang bayi), jingking(sejenis kepiting kecil), udang, dan ikan layur.

3. Minuman Herbal Wedang Uwuh Khas Imogiri

Wedang Uwuh - Imogiri

Wedang Uwuh – Imogiri

“Wedang Uwuh” merupakan minuman penghangat khas Imogiri, Bantul. Wedang adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti minuman, sedangkan uwuh berarti sampah. Minuman ini dinamakan demikian karena bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah. Wedang uwuh disajikan panas/hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Rasa pedas karena bahan jahe, sedangkan warna merah karena adanya secang.

Bahan Wedang Uwuh :
700 ml air
40 g serutan kayu secang kering
50 g gula batu/gula pasir
6 cm jahe, memarkan
2 lembar daun kayu manis kering
3 lembar daun cengkeh kering
3 lembar daun pala kering
10 butir cengkih/batang cengkih kering

Cara Membuat Wedang Uwuh :
Bakar jahe, memarkan.
Tuang air dalam panci. Masukkan jahe, cengkih/batang cengkih, daun cengkih, daun kayu manis, daun pala, serutan kayu secang, jahe, dan gula batu.
Masak dengan api sedang hingga mendidih.
Rebus selama kurang lebih 15 menit.
Angkat dan saring (bisa juga dihidangkan tanpa disaring).
Tuang ke dalam gelas. Hidangkan hangat.

Note :
Warna air yang merah cerah terbentuk dari air seduhan secang. Bau harum muncul dari aroma kayu manis. Rasa hangat-pedas terbentuk dari jahe dan dedaunan rempah lainnya.
Minuman herbal berbahan bahan rempah ini berkhasiat menghangatkan badan, menghilangkan masuk angin, batuk ringan, dan melegakan tenggorokan. Bagi pecandu rokok kretek yang pengin berhenti merokok, minuman ini mungkin bisa membantu menghentikan rokok kretek anda.

4. Nikmatnya Sate Klathak Khas Jejeran Bantul

Sate Klathak - Jejeran Pleret Bantul

Sate Klathak – Jejeran Pleret Bantul

Sate klathak adalah sate kambing seperti sate pada umumnya akan tetapi yang membedakan adalah jika pada sate Madura atau yang lainnya menggunakan bumbu sambel kacang maka sate klathak hanya menggunakan kecap, irisan bawang merah, sedikit irisan kol dan tomat.dan sate ini tidak menggunakan bambu sebagai tusakannya melainkan besi jeruji sepeda, mantab kan……..

Anda akan sangat mudah menemukan sate klathak di daerah Jejeran Wonokromo tepatnya ± 10 km arah selatan Kota Yogyakarta atau dari Terminal Giwangan Yogya ke selatan. Di sana berjejer warung sate yang menawrakan sate klathak sebagi menu andalan. Tetapi konon pencetus sate klathak sendiri berjualan di daerah pasar Wonokromo dan baru buka ketika menjelang malam.

Harga satu porsi sate klathak adalah ± Rp. 9000 dan satu porsi sate klathak berisi 2 tusuk, jangan khawatir kalau sedikit banget.irisan daging pada sate ini terbilang besar-besar jadi walaupun hanya 2 tusuk pasti anda puas. teman yang pas buat makanan ini adalah teh panas dan di sini mereka menggunakan gula batu sebagai pemanis tehnya.

5. Adrem / Tolpit Bantul “Kue Manis dan Legit”

Adrem 'Tholpit"

Adrem ‘Tholpit”

Dulu sebelum tahun 2000 makanan ini hanya dapat dijumpai pada waktu panen tiba. dengan cara pembelian bukan dengan uang tapi dengan hasil panen (gabah). Biasanya penjual andrem berkeliling dari petak perpetak(sawah)…rasa andrem lebih mirip kue cucur hanya beda bentuk dan lebih legit lg.

Adrem, warga Jogja sering menyebutnya “Tolpit” yaitu singkatan dari “Kontol Gejepit”. Kenapa demikian? Melihat dari postur atau bentuknya yang emang mirip dengan bagian alat kelamin pria itu, tepatnya yaitu skrotum pas lagi kejepit. Mungkin agak jorok ya namanya, tapi memang demikian adanya.

Guyonannya bapak saya nih ya, jajanan ini diberinya nama “makanan Mana Tahan”. Kenapa? Kok bisa? Usut punya usut, tuh nama diambil dari nama aslinya “Kontol Gejepit”. Bayangin coba, gimana rasanya kalau tuh barang milik para lelaki pas lagi kecepit. Wow!!! Siapa tahan!!!

Nah buat yang mau kenalan n’ pengen gigit tuh “Tolpit” atau Adrem, ga’ perlu sungkan dengan namanya. Apalagi buat para cewe’-cewe’. Napa musti malu.

“Tolpit” atau Adrem Makanan khasnya Bantul yang satu ini disamping rasanya manis dan gurih juga memiliki nama yang unik. Penganan yang terbuat dari adonan tepung beras yang ditambah dengan gula jawa, trus digoreng, paling enak dimakan selagi anget. Nih barang paling sering dijumpai di pasar Turi , Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Namun aslinya dari daerah kecamatan Sanden, Bantul.

(dari berbagai sumber (bantulonline)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>